,

Surat Terbuka Untuk Presiden RI Prabowo Subianto Tentang Perbedaan Waktu Perayaan Idul Fitri 1447 H/ 2026 M

oleh -336 Dilihat

BJINEWS.COM: SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI 

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto

Di

Tempat

Dengan hormat,

Perkenankan saya, selaku Direktur D’Minang Connection atas nama HARDIANTO HARIS, menyampaikan pandangan dan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada tahun 2026.

Perbedaan waktu Idul Fitri bukanlah fenomena baru dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Namun demikian, dalam konteks kepemimpinan nasional saat ini, publik memiliki harapan yang lebih besar terhadap hadirnya peran negara sebagai fasilitator pemersatu umat. Di bawah kepemimpinan Bapak sebagai Presiden, ekspektasi terhadap konsolidasi sosial-keagamaan menjadi semakin tinggi.

Kami memandang bahwa perbedaan yang kembali terjadi tahun ini bukan sekadar persoalan metodologi hisab dan rukyat, tetapi juga mencerminkan belum optimalnya upaya negara dalam membangun titik temu di antara berbagai otoritas keagamaan. Negara, dalam hal ini pemerintah, seharusnya mampu menjadi jembatan dialog yang efektif, bukan hanya sebagai pengumum keputusan formal.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana komitmen pemerintah dalam menyatukan umat, khususnya dalam momentum sakral seperti Idul Fitri yang sarat dengan nilai persatuan dan kebersamaan?

Kami tidak menafikan kompleksitas persoalan ini. Perbedaan mazhab, metode penentuan, hingga otonomi organisasi keagamaan merupakan realitas yang harus dihormati. Namun, kepemimpinan nasional dituntut untuk melampaui sekat-sekat tersebut melalui pendekatan yang lebih inklusif, dialogis, dan berkelanjutan.

Melalui surat terbuka ini, kami menyampaikan beberapa harapan:

  1. Pemerintah perlu memperkuat forum dialog lintas organisasi Islam secara lebih intensif dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang penetapan hari besar keagamaan.
  2. Perlu adanya roadmap nasional penyatuan kalender hijriah yang disusun bersama para ulama, akademisi, dan otoritas terkait.
  3. Presiden diharapkan mengambil peran lebih aktif sebagai simbol pemersatu, dengan mendorong pendekatan yang menekankan ukhuwah Islamiyah di atas perbedaan metodologis.

Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi perekat, bukan justru menegaskan fragmentasi. Oleh karena itu, kami berharap ke depan, di bawah kepemimpinan Bapak, Indonesia mampu menjadi contoh bagi dunia Islam dalam hal persatuan dalam keberagaman.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat sipil. Besar harapan kami agar hal ini menjadi perhatian dan bahan refleksi bersama.

Atas perhatian Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih.

Makassar, 20 Maret 2026

Hormat kami,

Hardianto Haris

(Direktur D’Minang Connection)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.