BJINEWS.COM_JENEPONTO: Balla Kopi Institute menginisiasi kegiatan Bedah Buku “Mengapa Saya Mengikuti Ali” Karya H Lexi Mailowa Budiman, yang berlangsung di Aula Diresapi Kopi, Jalan Sungai Kelara, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Minggu (21/06/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi, silaturahmi, dan refleksi keilmuan tentang sosok Ali bin Abi Thalib serta nilai-nilai keteladanan yang diwariskannya kepada umat Islam.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, A. Maulana Thahir, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan inisiasi Direktur Balla Kopi Institute, Ma’galatung Daeng Pasolong, Atas nama panitia, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipa si dalam kegiatan ini. Kehadiran bapak/Ibu serta saudara-saudari sekalian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan budaya literasi dan peningkatan wawasan intelektual di tengah masyarakat.
Kegiatan bedah buku sebagai wadah berdiskusi dan berbagi pengetahuan tentang sosok Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, hingga masyarakat umum di Kabupaten Jeneponto.
“Bedah buku ini merupakan ruang intelektual untuk membahas pemikiran, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan Ali yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini,” ujar A. Maulana Thahir.
Sementara itu, Direktur Balla Kopi Institute, Ma’galatung Daeng Pasolong, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ekspresi kecintaan umat kepada Ali bin Abi Thalib.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kecintaan umat kepada Ali, sekaligus sebagai upaya menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerdaskan dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan bedah buku ini dipandu langsung oleh Hardianto Haris, akademisi dari Universitas Pancasakti Makassar, yang bertindak sebagai moderator dan mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif.
Dalam sesi pembedahan buku, sejumlah narasumber memberikan pandangan dan ulasan yang mendalam. Hasanuddin Daeng Mallewa, selaku Ketua Ahlul Bait Sulawesi Selatan, mengulas berbagai aspek keteladanan Ali bin Abi Thalib yang menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan, keberanian, dan kebijaksanaan.
Narasumber lainnya, Sayyid Drs. Jalil Fattah Tuan Liu, menyampaikan pandangan reflektif mengenai kedekatannya dengan sosok Ali. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak lagi sekadar menjadi pengikut Ali, melainkan telah menjadikan nilai-nilai dan ajaran Ali sebagai bagian yang menyatu dalam perjalanan hidupnya.
“Saya bukan lagi sebagai pengikut Ali, tetapi sudah menjadi bagian dari Ali itu sendiri,” ungkapnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Khusnul Yaqin, M.Sc. memberikan ulasan komprehensif terhadap isi buku Mengapa Saya Mengikuti Ali. Dengan penyampaian yang lugas dan sistematis, ia mengupas berbagai gagasan utama yang terkandung dalam buku tersebut sekaligus menjelaskan relevansinya dalam konteks kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat modern.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, suasana bedah buku semakin dinamis dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Idil Maronta, yang meminta para narasumber untuk menjelaskan dan mengulas secara akademik mengenai istilah Ahlul Bait. Menurutnya, istilah tersebut sering digunakan dalam berbagai kajian keislaman, namun masih memerlukan penjelasan yang lebih komprehensif dari perspektif ilmiah dan historis agar dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.
Menanggapi pertanyaan tersebut, para narasumber menjelaskan makna Ahlul Bait dari berbagai perspektif, baik teologis, historis, maupun akademik. Diskusi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta dan menjadi salah satu bagian yang memperkaya substansi bedah buku karena membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai posisi dan peran Ahlul Bait dalam sejarah perkembangan Islam.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian-kajian keislaman yang bersifat edukatif, ilmiah, dan dialogis.
Melalui kegiatan ini, Balla Kopi Institute berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang produktif, memperkuat tradisi literasi, serta mendorong lahirnya diskusi-diskusi konstruktif yang memperkaya wawasan keagamaan dan kebangsaan masyarakat.





